Rangkaian Tes Kesehatan Pranikah yang Perlu Kamu Tahu

Bagi para calon pengantin sangat dianjurkan untuk melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Menurut Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Indonesia, berikut beberapa jenis tes kesehatan untuk menikah yang dianjurkan:

Tes darah

Kedua pihak akan menjalani pemeriksaan darah sebagai salah satu tes kesehatan pra nikah. Tes darah ini meliputi pengecekan trombosit, leukosit, Hb, eritrosit, dan hematokrit, serta laju endap darah.

Untuk perempuan, pemeriksaan tingkat Hb bertujuan mengetahui ada tidaknya risiko thalasemia yang akan menurun pada anak di kemudian hari. Thalasemia adalah kelainan darah yang diturunkan dari orang tua, ditandai dengan terbentuknya hemoglobin yang abnormal.

Tes golongan darah dan rhesus

Tes golongan darah dan rhesus dilakukan untuk mengetahui kecocokan rhesus antarpasangan. Pemeriksaan ini juga bertujuan mencari tahu efek yang dapat muncul terhadap ibu dan anak.

Saat pria dengan rhesus positif menikah dengan wanita yang memiliki rhesus negatif, akan ada risiko munculnya ketidaksesuaian pada keturunan. Hal yang mungkin terjadi adalah kondisi cacat pada anak di kemudian hari. Kondisi ini disebut inkompatibilitas rhesus.

Inkompatibilitas rhesus dapat berdampak fatal pada kesehatan janin. Contohnya, bayi terlahir dalam kondisi otot lemah, mengalami gangguan pernapasan, dan terkena penyakit kuning.

Tes gula darah

Tes gula darah berguna untuk mengantisipasi komplikasi kadar gula tinggi yang mungkin ditimbulkan, khususnya ketika nanti sang wanita hamil. Karena itulah, pemeriksaan ini termasuk dalam daftar tes kesehatan pra nikah.

Selain itu, mengetahui kadar gula darah akan membantu dalam mengendalikannya supaya tidak melewati batas normal. Pasalnya, kadar gula darah yang berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes.

Tes urine

Tes urine dilakukan dengan memeriksa warna, bau, jumlah, serta kandungan kimia dalam urine yang Anda keluarkan. Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui apakah Anda dan pasangan menderita penyakit sistemik atau metabolisme tertentu.

Tes HIV/AIDS

Tes HIV/AIDS merupakan salah satu pemeriksaan yang wajib dilakukan sebelum Anda dan pasangan menikah. Pemeriksaan ini menggunakan sampel darah dan bertujuan mendeteksi ada tidaknya infeksi HIV atau AIDS dalam tubuh calon pengantin. Dengan begitu, pengendalian sekaligus penularannya dapat dilakukan sedini mungkin.

Tes hepatitis B

Pemeriksaan hepatitis B bertujuan menghindari penularan penyakit hati ini pada pasangan melalui hubungan badan. Hepatitis B sendiri tergolong penyakit berbahaya yang dapat meningkatkan risiko cacat fisik pada bayi. Tak hanya itu, penyakit ini berpotensi menambah risiko kematian pada bayi baru lahir.

Tes TORCH

Tes TORCH dilakukan untuk menghindari kelahiran prematur dan keguguran. TORCH adalah singkatan dari toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, herpes simplex.

Pemeriksaan serologi ini sangat bermanfaat, terutama untuk mengetahui risiko kehamilan yang bermasalah. Misalnya, sindrom rubella kongenital, kelahiran prematur, cacat kongenital, infeksi pasca-persalinan, gangguan sistem imun, dan lain-lain. 

Apabila Anda atau pasangan mengalami masalah sistem imun, kemungkinan mengidap HIV, atau memiliki riwayat rubella, penggunaan narkoba suntik, serta gonta-ganti pasangan seksual, tes TORCH wajib dijalani

Manfaat Tes Kesehatan Pra nikah

Tes kesehatan pra nikah atau premarital check up dilakukan untuk mencari tahu potensi penularan penyakit terhadap pasangan maupun buah hati di masa mendatang. Dengan begitu, Anda diharapkan memahami risiko-risiko dan masalah kesehatan yang mungkin muncul.

Berikut ini sejumlah alasan kenapa tes kesehatan pra nikah sangatlah penting:

  • Membatasi penyebaran penyakit menular seksual, seperti hepatitis B dan C, serta HIV/AIDS
  • Mencegah penyakit gangguan darah yang muncul akibat masalah genetik, contohnya anemia sel sabit dan thalasemia
  • Menghindari masalah sosial dan psikologis yang mungkin muncul apabila kondisi atau penyakit tertentu ditularkan kepada anak
  • Mengurangi beban keuangan pasangan, yang mungkin mengalami masalah saat merawat anak dengan kondisi medis tertentu

Kapan menjalani tes kesehatan pra nikah

Agar terhindar dari risiko yang bisa ditimbulkan, pasangan sebaiknya melakukan cek kesehatan sebelum menikah pada minimal tiga bulan sebelum perkawinan. Sementara hasilnya akan berlaku enam bulan sejak pemeriksaan. Dengan melakukan tes kesehatan pra nikah, pasangan diharapkan bisa merencanakan hidup mereka dengan baik ketika berkeluarga nantinya.

Anda bisa melakukan tes kesehatan pra nikah di Puskesmas terdekat terlebih dahulu. Beberapa tes mungkin akan dirujuk ke rumah sakit dengan alat yang lebih lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BCA.png
Rek BCA a.n Esa Maulana A
Logo-BRI
Rek BRI a.n Esa Maulana A
687601018850535
Salin No Rekening
Screen Shot 2022-08-12 at 09.12.20
Rek BCA a.n Eric Limawan